Materi Pengajaran
Baca, renungkan, dan pelajari materi ini.
Wahyu 10:1-2 (TB) Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi,
Yohanes melihat malaikat yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan dan pelangi ada diatas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari dan kakinya bagaikan tiang api. Ciri cirinya hampir sama dengan Tuhan Yeshua di wahyu 1, tentunya ini malaikat yang sangat kuat. Ditangannya ia memegang sebuah kitab kecil. la menginjakkan kaki kanannya diatas laut dan kaki kirinya diatas bumi, maksudnya pesan pesan yang dibawa untuk setiap mahkluk di laut dan dibumi.
Wahyu 10:3-4 (TB) dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya. Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara dari sorga berkata: "Meteraikanlah apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau menuliskannya!"
Malaikat berseru seperti memberi aba aba kepada ketujuh guruh untuk bersuara, dan sesudah ia berseru ketujuh guruh itupun saling memperdengarkan suaranya. Dan Yohanes tahu kata kata dalam bunyi guruh itu dan ingin menuliskannya tapi ada suatu suara dari sorga yang melarang dia untuk menulis tapi dimeteraikan saja, artinya dirahasiakan sampai suatu saat diungkapkan rahasia itu. Ini terjadi di abad pertama dan pesan ini ternyata untuk generasi akhir zaman, buat kita. Seperti yang kita tau sekarang banyak yang mulai membicarakan kitab wahyu.
Wahyu 10:5-6 (TB) Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi, mengangkat tangan kanannya ke langit, dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: "Tidak akan ada penundaan lagi!
Dan malaikat yang kuat tadi mengangkat tangannya ke langit dan bersumpah demi Elohim pencipta langit dan bumi bahwa tidak akan ada penundaan lagi! Apa yang tidak ditunda lagi, mari kita baca ayat berikutnya.
Wahyu 10:7 (TB) Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Elohim, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi."
Yang tidak akan ditunda adalah apa yang terjadi saat sangkakala ketujuh ditiup yaitu 7 cawan murka Elohim. Masih ingat ya dalam meterai ke 7 ada 7 sangkakala dan dalam sangkakala ke 7 ada 7 cawan murka Elohim, cawan murka ini akan digenapi Elohim seperti yang telah Elohim beritakan kepada para nabiNya. Cawan murka ini akan digenapi semuanya sampai di wahyu 18, lalu wahyu 19 Tuhan Yeshua jadi Raja di bumi.
Wahyu 10:8-10 (TB) Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu." Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu." Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.
Lalu suara yang dari sorga memerintahkan Yohanes untuk mengambil kitab yang dipegang oleh malaikat kuat itu. Dan malaikat yang kuat itu berkata kepada Yohanes untuk memakan kitab itu dan saat dimakan terasa manis dimulut dan akan terasa pahit diperut. Dan Yohanes memakannya, terasa manis dimulut tapi sesudah menelannya perutnya terasa pahit. Artinya memberitakan firman itu akan terasa manis atau mendatangkan manis saat diterima dan dilakukan, tapi akan terasa pahit saat ditolak karna mendatangkan hukuman, tapi Yohanes tetap akan memberitakan perwahyuan ini. Hal ini diperkuat dengan pesan di ayat selanjutnya bahwa Yohanes harus mengabarkan firman lagi kepada bangsa bangsa di bumi, maka ia menulis kitab wahyu diusianya yang sudah senja di Pulau Patmos.
Wahyu 10:11 (TB) Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."
Jadi celaka yg kedua adalah saat peniupan sangkakala yang ke 6.
Di wahyu 10 ini tidak ada malapetaka karna celaka yg ketiga nanti saat peniupan sangkakala yang ke 7 dan berisi 7 cawan murka, yaitu malapetaka yang lebih mengerikan.
Selesai Membaca
WAHYU 10